fbpx
penyembelihan hewan qurban

Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Berdasarkan Syariat Islam

Al-Quran dan Hadis telah menerapkan bahwa berqurban menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim yang mampu. Waktu pelaksanaannya adalah pada bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Berqurban sendiri pada dasarnya merupakan proses penyembelihan hewan qurban yang telah memenuhi syarat dan membagikannya pada golongan penerima yang membutuhkan.

Dalam proses menyembelih qurban, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Sebab ada tata cara dan ketentuan penyembelihan hewan qurban berdasarkan syariat Islam. Tata cara ini tentunya akan berpengaruh pada sah atau tidaknya ibadah qurban yang Anda lakukan.

Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Melansir dari bsmu.or.id, pelaksanaan dan tata cara penyembelihan qurban ini merupakan hal yang harus Anda pahami. Terutama bagi Anda yang ingin berqurban atau shohibul qurban saat Hari Raya Idul Adha. Baik itu berqurban secara langsung maupun online dengan menggunakan jasa lembaga penyelenggara qurban online.

Adapun tata cara menyembelih hewan qurban adalah sebagai berikut:

1. Menyebut Nama Allah

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyebut nama Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al An’am ayat 121 yang berbunyi:

“Dan janganlah kamu sekalian memakan daging binatang-binatang yang tidak disebut Nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.”

2. Membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW

Selanjutnya, orang yang akan menyembelih maupun hewan qurban yang akan disembelih harus menghadap kiblat dan membaca sholawat Nabi Muhammad SAW.

“Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad.”

3. Robohkan Hewan Qurban dengan Perlahan

Langkah berikutnya adalah penyembelih harus merobohkan hewan qurban ke sisi kiri, dengan bagian kepala yang menghadap ke arah kiblat.

Saat merobohkan hewan qurban, usahakan agar Anda melakukannya dengan cara yang baik dan perlahan. Artinya, Anda tidak boleh membanting, merobohkannya dengan kasar, atau bahkan menarik kepala dan ekornya.

Kemudian penyembelih qurban (dzabih) dianjurkan untuk menginjak atau mengikat kaki bagian kiri depan hewan qurban, dan membiarkan kaki lainnya bergerak. Ini sesuai dengan Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang berbunyi:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua domba yang berwarna putih yang ada hitamnya, dan bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangannya, menyebut nama Allah dan bertakbir, dan meletakkan kakinya di bagian samping kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Serta Hadis Riwayat Abu Daud dan Albani yang berbunyi:

“Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat menyembelih unta dengan posisi kaki kiri depan diikat dan berdiri dengan tiga kaki sisanya.” 

4. Membaca Takbir 3 Kali

Kemudian bacalah takbir sebanyak tiga kali bersama-sama. “Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, walillaahil hamd.”

Setelah itu, dzabih atau penyembelih harus membaca salah satu doa berikut ini:

  • “Hadza minka wa laka.”(HR. Abu Dawud 2795)
  • “Hadza minka wa laka ‘anniatau ‘an fulan (sebutkan nama orang yang berqurban/shohibul qurban)”, doa ini berlaku jika orang yang menyembelih bukanlah shohibul qurban.
  • “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (sebutkan nama shohibul qurban)” agar Allah menerima qurban tersebut
  • Membaca doa menyembelih qurban, “Allahumma haadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minnii ya kariim.”(Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini, aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya, Wahai Tuhan Maha Pemurah, terimalah taqarrubku)

5. Menggunakan Pisau yang Tajam Saat Menyembelih Qurban

Kemudian saat menyembelih qurban, usahakan untuk menggunakan pisau yang tajam supaya tidak menyiksa atau menyakiti hewan qurban. Upayakan pula untuk tidak memperlihatkan atau menunjukkan alat potong pada hewan qurban.

Syarat sah menyembelih qurban adalah dengan memutus tiga saluran di leher bagian depan (di bagian sisi bawah jakun) yang meliputi saluran pernapasan (hulqum), saluran makanan (mari’), dan dua pembuluh darah (wadajaain) yang ada di samping kanan dan kiri.

6. Pastikan Hewan Qurban Telah Mati dengan Sempurna

Setelah menyembelih, Anda tidak boleh langsung memproses hewan qurban. Baik itu menguliti maupun memotong bagian tubuhnya, kecuali telah meyakini bahwa hewan tersebut mati sepenuhnya. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Hadis Riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi yang berbunyi:

“Dari Abu Waaqid Al Laitsy radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Bagian apa saja yang dipotong dari hewan ketika hewannya masih hidup, maka ia adalah bangkai’.”

Anjuran ini juga sesuai dengan Firman Allah dalam QS Al-Hajj ayat 36, yang berbunyi:

“Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai bagian dari syiar Allah agar kamu memperoleh kebaikan darinya. Maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan telah terikat. Kemudian apabila telah rubuh (mati), maka makanlah dagingnya.” 

7. Gantung Hewan Qurban Menggunakan Tali yang Kuat

Setelah memastikan hewan qurban mati dengan sempurna, Anda bisa menggantungnya menggunakan tali yang kuat di tiang pancang secara terbalik. Sehingga kepala hewan akan menghadap ke arah bawah. Dengan begitu, darah hewan qurban akan mengalir keluar secara lancar, sehingga memudahkan proses pemotongan.

Demikian adalah tata cara penyembelihan hewan qurban yang perlu Anda pahami. Dengan memahami serta menerapkannya, maka ibadah qurban Anda telah sah dan sesuai dengan syariat Islam.

Tata cara qurban ini berlaku baik dalam qurban online maupun secara langsung, sesuai dengan hukum qurban. Apabila Anda tertarik untuk berqurban secara online, maka Anda bisa menghubungi lembaga penyedia jasa qurban online yang amanah, aman, dan terpercaya. Salah satunya adalah Qurban Online.

Ada berbagai macam manfaat dan kelebihan qurban online yang bisa Anda dapatkan. Mulai dari memilih dan membeli hewan qurban, proses penyembelihan, pengelolaan, hingga pendistribusian daging qurban sesuai ketentuan pembagian pada golongan yang membutuhkan secara merata.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami