fbpx
syukuran berangkat umroh

Syukuran Berangkat Umroh Menurut Madzhab Syafi’i

Mengadakan walimatussafar umroh atau syukuran berangkat umroh merupakan hal yang tak terlewatkan bagi calon jamaah umroh di Tanah Air. Sama halnya dengan syukuran atau selamatan haji, biasanya acara ini juga berisi pengajian dan makan-makan selayaknya walimah pada umumnya.

Acara syukuran ini bertujuan untuk meminta doa untuk kelancaran ibadah umroh dari para sanak keluarga dan tamu undangan yang datang. Selain itu, acara ini juga menjadi simbolisasi dari rasa syukur kepada Allah SWT, karena dapat memenuhi panggilan-Nya untuk berkunjung ke Baitullah.

Kendati memiliki tujuan yang baik, namun terkadang mengadakan acara syukuran berangkat umroh ini menjadi hal yang memicu perdebatan. Sebab dalam agama Islam, sebenarnya tidak ada perintah atau kewajiban untuk mengadakan acara semacam ini, baik bagi jamaah haji dan umroh.

Bahkan, terdapat sejumlah perbedaan pendapat di kalangan utama terkait tradisi yang satu ini. Karena pada hakikatnya, dalam fiqih hanya terdapat istilah naqi’ah, yakni anjuran untuk menyambut musafir atau orang yang baru pulang dari safar (perjalanan jauh). Contohnya adalah menyambut jamaah haji dan umroh yang baru pulang dari Tanah Suci.

Namun, bukan berarti mengadakan syukuran sebelum haji dan umroh adalah hal yang dilarang dalam agama Islam. Sebab menurut madzhab Syafi’i, menghidangkan makanan dan mengundang orang dalam momen gembira adalah hal yang sunnah.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini!

Syukuran Berangkat Umroh Menurut Madzhab Syafi’i

Para ulama dari madzhab Syafi’i berpendapat bahwa acara walimah (termasuk walimatus safar umroh) adalah hal yang sangat baik. Sebab tradisi ini mengandung unsur silaturahmi dan berbagi kebahagiaan kepada sesama. Selain itu, acara ini juga berisi amalan-amalan baik seperti pembacaan doa, berbagi makanan, dan mensyukuri nikmat Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam QS. Adh-Dhuha ayat 11 yang berbunyi:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Yang artinya: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan”.

Sehingga, walimatus safar umroh merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang Allah SWT berikan kepada calon jamaah umroh. Sebab seperti yang kita ketahui, tidak semua umat muslim memiliki kemampuan (baik dari segi fisik maupun finansial) untuk menunaikan ibadah umroh.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa pada dasarnya melakukan walimatus safar sebelum umroh adalah hal yang sunnah. Sebab acara ini mengandung berbagai macam kebaikan di dalamnya.

Kendati begitu, perlu ditekankan bahwa yang terpenting adalah tidak memaksakan diri mengadakan acara syukuran yang mewah apabila tidak mampu. Karena dalam agama Islam, Allah SWT melarang hamba-Nya untuk bersikap berlebihan, sebagaimana tercantum dalam QS Al-An’am ayat 141:

“Janganlah kalian bersikap berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang boros.” (QS. Al-An’am: 141).

Yang jelas, pada intinya acara syukuran ini bertujuan untuk mewujudkan rasa syukur atas rezeki dari Allah SWT. Mulai dari rezeki untuk dapat melakukan perjalanan ke Tanah Suci, hingga melakukan semua amalan, sunnah, rukun dan wajib umroh.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami