fbpx
qurban yang tidak diterima

Hati-Hati, Ini yang Menyebabkan Qurban Tidak Diterima

Bulan Dzulhijjah menjadi waktu terbaik untuk melaksanakan amal salih. Salah satunya adalah menjalankan ibadah qurban. Hukum qurban adalah sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan. Sehingga tak heran apabila banyak shohibul qurban yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala dan manfaat qurban. Namun, bagaimana jika ibadah qurban tidak diterima?

Pada dasarnya, anjuran untuk berqurban adalah untuk umat muslim yang mampu atau memiliki kelapangan harta. Bahkan Imam Syafii sendiri menyatakan bahwa muslim yang mampu jangan sampai meninggalkannya. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT yang berbunyi:

لاَ أُرَخِّصُ فِي تَرْكِهَا لِمَنْ قَدَّرَ عَلَيْهَا

Yang artinya : “Aku tidaklah memberi keringanan untuk meninggalkan berqurban bagi orang yang mampu menunaikannya.”

Kendati demikian, tidak semua ibadah qurban adalah sah atau diterima oleh Allah SWT. Sebab, ada beberapa hal yang menjadikan ibadah qurban seorang muslim menjadi gugur. Apa saja hal tersebut?

Qurban yang Tidak Diterima oleh Allah SWT

Sebagaimana kita ketahui, anjuran melakukan ibadah qurban adalah bagi muslim yang mampu atau memiliki kelonggaran harta. Meski begitu, bukan berarti setiap muslim tidak bisa melakukan qurban.

Sebab, Islam juga mengizinkan umat muslim untuk melakukan patungan qurban bagi yang tidak mampu membeli hewan qurban. Misalnya tujuh orang yang mengumpulkan dana untuk membeli sapi qurban.

Umat muslim juga boleh berqurban dengan mengatasnamakan orang lain. Artinya, Anda yang memiliki kelapangan rezeki boleh berqurban atas nama keluarga maupun orang lain yang bukan keluarga.

Selain itu, Anda juga bisa berqurban secara langsung maupun online. MUI telah memperbolehkan qurban secara online dengan berbagai ketentuan. Antara lain untuk mencegah penularan virus Covid-19, hingga untuk mendistribusikan atau membagikan daging qurban secara lebih merata dan menyeluruh kepada golongan penerima qurban.

Sebab pada dasarnya, tata cara qurban menggunakan biaya sendiri atau patungan, qurban atas nama sendiri atau orang lain, serta qurban online atau langsung, adalah sama saja. Tata cara inilah yang nantinya akan menentukan sah atau tidaknya ibadah qurban yang Anda lakukan.

Hal ini karena ada beberapa hal yang menyebabkan ibadah qurban seseorang menjadi gugur atau tidak diterima. Antara lain:

1. Niat Qurban yang Salah

Hendaklah Anda melakukan ibadah qurban dengan niat yang ikhlas untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Bukan untuk mengejar strata sosial, mendapat pujian manusia, serta bukan ingin sum’ah dan riya’.

Sebab pada dasarnya, berqurban adalah suatu bentuk pembuktian dari ketakwaan kita, sesuai dengan Firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Yang artinya : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)

2. Tidak Sesuai dengan Tuntunan dan Tata Cara Qurban

Al-Quran dan Hadis telah menjelaskan perintah berqurban beserta tata cara dan tuntunannya sesuai syariat Islam. Maka dari itu, Anda perlu melakukan tuntunan tersebut agar ibadah qurban menjadi sah. Apabila Anda tidak menerapkannya, maka sama saja qurban Anda akan gugur atau tidak diterima.

Misalnya adalah seseorang yang menyembelih hewan qurban sebelum salah Idul Adha. Maka ibadah qurban tersebut tidak sah. Sebab waktu pelaksanaan qurban adalah setelah salat Idul Adha (10 Dzulhijjah) hingga 13 Dzulhijjah. Ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ

Yang berarti : “Kambingmu hanyalah kambing biasa (namun bukan kambing qurban).” (HR. Bukhari, no. 955)

Selain aturan tentang waktu pelaksanaan ibadah qurban, beberapa aturan lainnya yang perlu Anda perhatikan antara lain:

  • Tidak melebihi batas maksimal patungan atau shohibul qurban. Misalnya Anda melakukan patungan untuk membeli sapi qurban. Maka artinya maksimal hanya ada tujuh orang yang boleh melakukan patungan tersebut. Apabila melebihi jumlah, maka qurban tidak sah.
  • Tidak memilih dan membeli hewan qurban yang cacat atau sakit. Misalnya hewan yang buta matanya, pincang kakinya, serta jelas sakitnya hingga badannya kurus kering.
  • Menyembelih hewan qurban sesuai dengan syariat Islam. Antara lain menyembelih dengan menyebut nama Allah SWT, membaca shalawat dan takbir, menghadap kiblat, dan lain sebagainya.
  • Tidak memperjualbelikan hasil qurban. Misalnya menjual daging, kulit, kepala, atau ekor hewan qurban. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلاَ أُضْحِيَّةَ لَهُ

Yang berarti : “Barangsiapa menjual kulit hasil sembelihan qurban, maka tidak ada qurban baginya.” (HR. Al-Hakim)

Dari ulasan tersebut, maka hendaklah berqurban dengan niat yang ikhlas dan sesuai dengan ketentuan atau syariat Islam. Dengan demikian, maka Anda akan mendapatkan pahala berqurban dan ibadah Anda pun akan sah atau diterima.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami