fbpx
Inilah 5 Larangan Qurban yang Wajib Diketahui

Inilah 5 Larangan Qurban yang Wajib Diketahui

Hari raya qurban atau Idul Adha menjadi hari yang paling istimewa di hati umat muslim. Sebab, ada banyak sekali amalan dan keutamaan berqurban bagi yang melakukannya (shohibul qurban) yang mana Allah SWT cintai. Oleh sebab itu, orang yang berqurban haruslah memenuhi syarat lalu menjauhi larangan qurban agar hukum ibadah qurbannya sah.

Larangan-larangan tersebut tentunya memiliki landasan sahih yang mana tercantum pada Al-Quran ataupun hadits. Apabila seseorang dengan sengaja atau mungkin tidak sengaja melakukan larangan-Nya, maka bisa jadi amalan qurbannya tidak diterima oleh Allah SWT.

Supaya semakin jelas, berikut ini Qurban Online rangkum beberapa larangan qurban sesuai kitab dan hadits sahih.

1. Menjual Hasil Qurban

Sebagai shohibul qurban, Anda harus camkan poin larangan ini. Sebab, seluruh hasil penyembelihan hewan qurban, baik itu qurban sapi atau kambing, harus segera dibagikan. Ketentuan pembagian hasil qurban pun tidak boleh asal-asalan karena harus dibagi secara merata kepada penerima qurban, yaitu fakir miskin.

Sebagaimana yang telah Allah SWT firmankan dalam Al-Quran surah Al-Hajj ayat 28 berikut:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Artinya:

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”

Dengan begitu, shohibul qurban dan orang yang terlibat dalam penyembelihan dilarang untuk menjual hasil sembelihan. Mulai dari menjual daging hingga menjual kulit hewan qurban. Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah berikut:

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَّتِهِ فَلاَ أُضْحِيَّةَ لَهُ

Artinya:

Barangsiapa menjual kulit hasil sembelihan qurban, maka tidak ada qurban baginya.” (HR. Al Hakim)

Hukum jual beli hasil qurban ini pun akan tetap berlaku bagi Anda yang melaksanakan qurban wajib maupun sunnah.

2. Larangan Qurban Untuk Memotong Rambut atau Kuku

Larangan selanjutnya adalah tidak diperbolehkannya seorang shohibul qurban untuk memotong kuku dan memangkas rambutnya saat memasuki tanggal 1 Dzulhijjah.

Baik itu kuku tangan dan kaki serta seluruh rambut yang tumbuh di kulit shohibul qurban. Mulai dari rambut kepala, kumis, jenggot, ketiak, dan bahkan rambut di sekitar kemaluan. Melansir dari laman zakat.or.id, maksud dari memangkas rambut adalah termasuk memotong hingga pendek, mencabut, atau membakarnya.

Adapun ketentuan ini telah diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud dalam hadits berikut:

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

Artinya:

“Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.

Selain itu, larangan ini juga berlaku bagi jamaah haji dan umrah yang mana Allah SWT firmankan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 196 berikut:

وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Artinya:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) qurban yang mudah kamu dapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum qurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berqurban….”

Sehingga, jika terdapat kondisi khusus dan mendesak seperti kuku patah atau rambut rontok dengan sendirinya, maka hal tersebut tidak membuat shohibul qurban berdosa.

3. Memberi Upah/Imbalan Penyembelih Hewan

Maksud dari larangan qurban ini merujuk pada pemberian hasil bagian qurban bagian mana pun kepada si penyembelih hewan. Sebab, maknanya akan sama seperti memperjual belikan hasil qurban karena di tujukan sebagai alat pembayaran. Hal ini sesuai dengan dalil dari hadits riwayat Ali bin Abi Tholib berikut:

أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لاَ أُعْطِىَ الْجَزَّارَ مِنْهَا قَالَ « نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا »

Artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mengurusi unta-unta qurban beliau. Aku mensedekahkan daging, kulit, dan jilalnya (kulit yang di letakkan pada punggung unta untuk melindungi dari dingin). Aku tidak memberi sesuatu pun dari hasil sembelihan qurban kepada tukang jagal. Beliau bersabda, “Kami akan memberi upah kepada tukang jagal dari uang kami sendiri.”

Berdasarkan hadits tersebut, seorang shohibul qurban hendaknya memberi upah ke penyembelih dari kantong pribadi. Bukan dari hasil sembelihan, mulai dari daging, kulit, ataupun tanduk hewan qurban. Hal yang sama tetap berlaku bagi Anda yang berqurban secara online atau qurban langsung.

4. Memilih Hewan Qurban yang Kurus, Cacat, atau Berpenyakit

Selain larangan qurban dari sisi shohibul qurban, terdapat larangan lain yang berkaitan dengan kondisi hewan. Yakni larangan untuk memilih hingga bahkan membeli hewan qurban yang kurus, memiliki cacat, dan mengidap penyakit.

Apabila Anda sengaja memilih hewan qurban dengan kriteria tersebut, maka Anda tidak akan mendapatkan manfaat berqurban melainkan kemudharatan. Sebagaimana yang Rasulullah SAW sabdakan kepada umatnya melalui Imam Ahmad, Al-Baihaqi dan Hakim berikut ini.

Sesungguhnya qurban yang paling Allah cintai adalah hewan paling mahal dan paling gemuk.”

Oleh karena itu, Anda haruslah membeli hewan qurban, baik secara pribadi ataupun dengan patungan, yang sehat dan sesuai syariat Islam. Mau itu ketika Anda berqurban dengan satu hewan atau berqurban lebih dari satu ekor. Seperti yang tercantum dalam dua hadits riwayat di bawah ini.

“Ada empat macam binatang yang tidak sah menjadi qurban: 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Janganlah kamu menyembelih binatang ternak untuk qurban kecuali telah ganti gigi. Jika sukar didapati, maka boleh jadz’ah (berumur 1 tahun lebih) dari domba.” (HR Muslim).

5. Larangan Qurban Dengan Uang

Larangan qurban terakhir adalah upaya berqurban dengan uang. Dengan syarat bahwa seseorang memberikan uang kepada pihak penyembelih tanpa adanya niat untuk membeli dan menyembelih hewan qurban.

Apalagi pada dasarnya, ibadah qurban hanya boleh mengurbankan hewan ternak seperti unta, sapi, dan kambing. Dan tidak bisa di ganti dengan media apa pun dan dengan alasan apa pun. Seperti firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Hajj ayat 34 berikut ini.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

Artinya:

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap bahimatul an’am (binatang ternak) yang telah Allah rezekikan kepada mereka”

Demikian kelima larangan qurban yang perlu shohibul qurban ketahui sebelum menunaikan ibadah qurban. Sejatinya Allah SWT telah memudahkan hamba-Nya untuk melaksanakan ibadah atas perintah-Nya.

Misalnya, Allah SWT melalui para utusan nabi-Nya untuk meriwayatkan bahwa shohibul qurban bisa memberikan pahala qurban kepada orang lain atau berqurban atas nama orang lain. Asalkan ia memenuhi syarat dan ketentuan yang telah Allah tetapkan. Subhanallah.

Nah, bila tahun ini Anda berencana melaksanakan ibadah qurban, Anda bisa percayakan Qurban Online sebagai layanan qurban online terpercaya dan bergaransi penuh se-Indonesia. Sebab, ada banyak kelebihan berqurban yang bisa Anda dapatkan dari kami.

Mulai dari harganya yang masuk akal, pengolahan daging qurban yang bersih dan halal, serta tata cara berqurban online yang mudah. Selengkapnya bisa Anda cek di situs resminya dan temukan paket qurban terbaik, amanah, dan terpercaya.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami