fbpx
Ketentuan Pembagian Daging Qurban Menurut Hadits

Ketentuan Pembagian Daging Qurban Menurut Hadits

Peringatan hari raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan qurban yang mana berqurban memiliki banyak manfaat bagi umat Muslim. Anda sebagai Shohibul qurban bisa memilih untuk menyembelih hewan qurban sendiri atau menitipkannya di rumah pemotongan hewan qurban pembagian daging qurban, lalu membagikannya kepada mereka yang membutuhkan. Namun, Anda tidak boleh asal membagi hasil qurban tersebut karena Anda harus berpedoman pada beberapa ketentuan pembagian daging qurban.

Pembagian Daging Qurban Berdasarkan Jenis Niat Qurban

Perlu Anda ketahui bahwa pembagian daging qurban dibedakan berdasarkan jenis qurban, yaitu qurban wajib dan qurban sunnah.

Merujuk pada NU Online, orang yang melakukan qurban wajib atau qurban karena nazar tidak boleh mengambil sedikit pun bagian daging hewan qurbannya. Sedangkan orang yang berqurban sunnah atau qurban bukan karena nazar dianjurkan mengambil dan mengkonsumsi maksimal 1/3 (sepertiga) daging hewan qurbannya.

Ketentuan tersebut berlandaskan pada sabda Rasulullah SAW melalui riwayat Aisyah sebagaimana bunyinya:

“Simpanlah sepertiga daging (qurban) itu, dan sedekahkanlah (daging) yang lainnya,” (HR. Abu Daud).

Berdasarkan hadits riwayat tersebut, orang yang berqurban sunnah di anjurkan untuk membagi hasil qurban ke golongan lain yang berhak menjadi penerima daging qurban. Yaitu kaum dhuafa atau fakir miskin serta kerabat, teman, atau tetangga. Kedua golongan tersebut juga masing-masing mendapatkan 1/3 (sepertiga) bagian hasil qurban.

Hadits tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Hajj ayat 28 yang berbunyi:

فكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Artinya:

Makanlah sebagian dari (daging) qurban dan berikanlah (daging) kepada orang fakir.

Hasil qurban yang Anda berikan pun sebaiknya dalam bentuk daging mentah yang masih segar. Berbeda dengan aqiqah yang pembagiannya berupa olahan daging yang sudah matang dan siap konsumsi.

Kendati demikian, orang yang berqurban sunnah maupun wajib tidak boleh menjual bagian mana pun dari hasil qurbannya. Baik itu bagian daging, kulit, hingga bulu hewan yang ia qurbankan. Sebab, akan menghilangkan pahala berqurban dan dianggap menyembelih hewan untuk berdagang.

Ketentuan-ketentuan ini pun akan tetap berlaku bila Anda melakukan qurban secara online. Oleh karena itu, Anda harus selektif dalam memilih layanan qurban online untuk memilih hewan qurban hingga proses pembagian dagingnya.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami