fbpx
hukum kurban online

Bagaimana Hukum Qurban Online Menurut Syariat Islam?

Hingga kini, hukum qurban online menjadi salah satu topik yang terus menjadi perbincangan. Berbagai pro dan kontra turut mewarnai pelaksanaan ibadah qurban secara online. Salah satunya adalah qurban online disamakan dengan wakalah, atau sesuatu yang diwakilkan oleh orang lain apabila telah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Pada dasarnya, hukum wakalah sendiri adalah boleh dalam Islam. Hal ini sesuai dengan surat Al-Kahfi ayat 19. Yang mana memiliki arti, “Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota membawa uang perakmu ini dan hendaklah dia melihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu.”

Bukan hanya itu saja. Dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah menuliskan, “(Ulama) umat ini sepakat atas kebolehan wakalah secara umum atas hajat yang perlu adanya perwakilan, karena setiap orang tidak mungkin menangani segala keperluannya sendiri, sehingga ia memerlukan perwakilan untuk hajatnya.”

Artinya, wakalah adalah hal yang sah selama seseorang tidak bisa melakukan keperluannya sendiri. Sama halnya apabila Anda ingin melaksanakan qurban secara online.

Berbagai faktor pendukungnya antara lain adalah adanya pandemi yang membatasi aktivitas di luar ruangan, keterbatasan waktu dalam melakukan pembelian dan penyembelihan hewan qurban sendiri, kurangnya pemahaman tentang pemilihan hewan qurban berkualitas, hingga keinginan untuk mendistribusikan daging qurban kepada golongan yang lebih membutuhkan.

Hukum Qurban Online di Indonesia

Di Indonesia sendiri, qurban online menjadi hal yang sah hukumnya. Bahkan sudah mendapat izin langsung dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Ketentuan ini tertera dalam fatwa MUI nomor 36 tahun 2020 yang berkenaan dengan hukum qurban online seiring dengan munculnya pandemi.

Melansir dari zakat.or.id, KH Miftahul Huda selaku Komisi Fatwa MUI menjelaskan bahwa akad tawkil atau diwakilkan oleh lembaga tertentu adalah sah. Dengan catatan bahwa akadnya jelas dan hewan qurban telah memenuhi syariat.

Maksud dari tawkil di sini adalah pihak yang berqurban akan memberikan sejumlah uang kepada lembaga qurban online untuk membeli hewan qurban, sekaligus menyembelih dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan. Sehingga dengan adanya lembaga penyedia qurban online, maka Anda akan mendapatkan kemudahan dalam berqurban sesuai dengan syariat Islam.

Di sisi lain, adapun bentuk daging qurban online juga boleh diawetkan untuk memudahkan proses pendistribusian kepada golongan yang membutuhkan. Tujuannya adalah agar kualitas daging qurban tetap terjaga hingga sampai ke tangan penerimanya.

Terkait hal ini, MUI juga sudah mengesahkannya dalam fatwa nomor 37 tahun 2019. Kendati begitu, terdapat beberapa syarat tertentu. Antara lain daging qurban pengawetan tersebut tidak boleh melebihi periode atau waktu qurban yang selanjutnya.

Dari penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa hukum qurban secara online adalah boleh atau sah. Sebab pada dasarnya, wakalah jelas menjadi hal yang boleh menurut Al-Quran dan hadits, karena cukup membantu dan mempermudah terselenggaranya ibadah.

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan qurban online yang terpercaya, aman, dan amanah, Anda bisa menggunakan jasa Qurban Online. Semua proses qurban mulai dari pemilihan hewan, pengalengan, hingga pendistribusian daging qurban terselenggara secara aman, cepat, tepat, dan berkualitas.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami