fbpx
Begini Hukum Qurban Menurut 4 Madzhab

Begini Hukum Qurban Menurut 4 Madzhab

Ada begitu banyak fiqih dari Al-Quran maupun hadits yang mendasari teori berqurban, tak terkecuali hukum qurban itu sendiri. Namun, perlu Anda ketahui bahwa syariat ibadah berqurban sapi maupun kambing tersebut bisa berbeda antara riwayat Imam Madzhab.

Mungkin Anda sebatas sering mendengar bahwa hukum ibadah qurban, baik itu qurban langsung atau online, adalah sunnah muakkadah. Arti sunnah muakkadah dalam berqurban adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang mampu. Dan apabila shohibul qurban melakukannya, ia akan mendapatkan banyak manfaat berqurban untuk kehidupan duniawi dan akhirat.

Namun, terdapat empat Imam Madzhab yang memiliki penjelasannya sendiri tentang hukum qurban. Meskipun pada intinya keempatnya merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ

Artinya:

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.

Dan dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah berikut ini.

Barangsiapa yang memiliki kemampuan (ekonomi), tetapi ia tidak berkenan berqurban, maka sekali-kali janganlah ia mendekati tempat sholat (ied) kami.

Merujuk pada laman Dompet Dhuafa, berikut ini kami jelaskan secara singkat namun detail tentang hukum qurban menurut 4 Madzhab.

1. Imam Hanafi

Madzhab pertama dan tertua yang menyinggung hukum qurban adalah Madzhab Imam Hanafi oleh Abu Hanifah. Menurut beberapa ulama, madzhab inilah yang paling terbuka dan modern.

Imam Hanafi berkata bahwa hukum berkurban adalah wajib bagi orang-orang yang tergolong mampu secara finansial. Tolak ukur dari mampu itu adalah orang yang memiliki harta dengan jumlah yang telah mencapai nisab zakat.

Sehingga seseorang akan berdosa bila ia tidak menunaikan qurban padahal ia sudah tergolong mampu. Karena sama saja ia telah meninggalkan ibadah wajib yang Allah SWT cintai. Namun, Anda perlu membedakan maksud dari penjelasan di atas dengan konsep qurban wajib.

Di sisi lain, Imam Hanafi menjelaskan bahwa seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh atau musafir dan anak yang belum baligh tidak diharuskan untuk berqurban. Namun, jika anak yang belum baligh tersebut termasuk dalam keluarga berkecukupan, maka pembelian qurban diambil dari harta orang tua atau walinya.

Lalu penyembelihan hewan qurban juga diwakilkan oleh orang tua atau walinya. Dengan kata lain, orang tua atau walinya itu berqurban atas nama dan memberikan pahala qurban kepada orang lain, yaitu anak yang belum baligh.

2. Imam Maliki

Madzhab Imam Maliki oleh Malik bin Annas ini terkenal menjadi madzhab yang banyak dipengaruhi oleh sunnah nabi.

Menurutnya, hukum berqurban adalah sunnah muakkad bagi seseorang yang mampu memilih hingga membeli hewan qurban dengan uang yang ia dapatkan selama satu tahun. Namun, akan berubah menjadi makruh ketika orang mampu tersebut tidak melaksanakan qurban.

Perbedaannya dengan madzhab Imam Hanafi terletak pada cara pembelian hewan qurban. Di mana seseorang boleh melakukan qurban dengan patungan dan bahkan berhutang atau menyicil. Namun, orang tersebut harus memiliki kesanggupan untuk melunasi cicilan atau hutang tersebut supaya terhindar dari qurban yang tidak diterima oleh Allah SWT.

Lalu, sama seperti Imam Hanafi, madzhab Imam Maliki memberi kelonggaran untuk musafir dan anak yang belum baligh agar tidak diharuskan berqurban sendiri. Namun dengan mengambul harta dari orang tua atau wali yang tergolong mampu.

3. Imam Syafi’i

Dalam madzhab Imam Syafi’i oleh Abu Abdullah Muhammad bin Idris as-Syafi’i menyebutkan bahwa wajib hukumnya seseorang yang mampu membeli hewan qurban, mau itu qurban lebih dari satu ekor, untuk berqurban di tahun tersebut. Dengan syarat bahwa konotasi mampu tersebut merujuk pada kemampuan mereka memenuhi kebutuhan pribadi dan anggota keluarga pada hari Idul Adha dan hari Tasyrik.

Berbeda hal jika orang tersebut ternyata tidak memiliki cukup harta atau hartanya tersisa sedikit setelah memenuhi kebutuhan keluarga. Maka hukum qurban yang ia miliki adalah sunnah muakkad. Selain itu, Imam Syafi’i juga menjelaskan bahwa shohibul qurban hanya perlu berqurbab sekali seumur hidup.

Dalam madzhabnya, Imam Syafi’i menggolongkan dua sunnah pelaksanaan qurban. Pertama, sunnah ‘ain atau sunnah qurban perorangan yang mampu berqurban atas nama pribadi. Kedua, sunnah kifayah atau sunnah kolektif. Maksudnya, jika salah satu atau lebih anggota keluarga bergiliran berqurban, maka qurban tersebut telah menggugurkan tanggung jawab anggota keluarga lainnya untuk berqurban.

4. Imam Hambali

Madzhab terakhir datang dari Imam Hambali oleh Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Madzhabnya merujuk berdasarkan Al-Quran, sunnah, dan ijtihad ulama besar.

Imam Hambali menyatakan apabila seseorang telah berniat sekaligus mengusahakan untuk berqurban, walaupun dengan berhutang, maka hukum qurbannya adalah sunnah. Lalu, bagi orang yang secara finansial mampu untuk berqurban, maka hukumnya wajib untuk melaksanakan ibadah qurban.

Selain itu, sama seperti ketiga madzhab sebelumnya, seorang muslim musafir hukumnya sunnah untuk melaksanakan qurban. Dan anak-anak yang belum baligh tidak disunnahkan untuk ikut berqurban.

Dari keempat madzhab di atas, memang betul bahwa hukum qurban adalah sunnah muakkad bagi orang-orang yang mampu. Dengan ketentuan bahwa mereka juga mampu memenuhi syarat berqurban dan menjauhi larangan qurban. Misalnya, tidak menjual hasil qurban mulai dari daging, kulit, dan tanduk hewan qurban; tidak berqurban dengan uang, dan lain-lain.

Nah, bila tahun ini Anda berencana melaksanakan ibadah qurban, Anda bisa percayakan Qurban Online sebagai layanan qurban online terpercaya dan bergaransi penuh se-Indonesia. Sebab, ada banyak kelebihan berqurban yang bisa Anda dapatkan dari kami.

Mulai dari harganya yang masuk akal, pengolahan daging qurban yang bersih dan halal, pembagian daging qurban kepada penerima qurban yang memenuhi standar, serta tata cara berqurban online yang mudah. Selengkapnya bisa Anda cek di situs resminya dan temukan paket qurban terbaik, amanah, dan terpercaya.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami