fbpx
menjual kulit qurban

Bagaimana Hukum Menjual Kulit Hewan Qurban?

Salah satu hal yang paling sering kita temui dalam pelaksanaan ibadah qurban adalah adanya praktik jual beli hasil qurban. Pasalnya, ada beberapa orang yang terkadang menjual kulit qurban setelah proses penyembelihan hewan qurban. Lalu, bagaimana hukumnya menurut syariat Islam?

Tak bisa kita pungkiri bahwa sebagian masyarakat Indonesia terkadang masih memperjualbelikan hasil qurban. Entah itu berupa daging, kulit, kepala, tanduk, atau bahkan ekor hewan qurban. Baik itu qurban sapi atau kambing.

Alasannya pun beraneka macam. Ada yang melakukannya karena jumlah hasil qurban melimpah sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk mengurus kulit dan kepala hewan qurban. Kemudian pada akhirnya lebih memilih untuk menjualnya.

Ada pula yang mengaku mendapatkan banyak sekali kulit qurban, sehingga memutuskan untuk menjualnya saja ketimbang tidak bisa mengolahnya. Bahkan, terkadang ada pula yang sengaja menjual hasil sembelihan qurban untuk membayar penyembelih atau tukang jagal.

Padahal, syariat Islam melarang adanya praktik jual beli hasil sembelihan qurban dalam bentuk atau alasan apapun. Apalagi menjadikannya sebagai upah penjagal atau penyembelih. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah hukum qurban yang mendasari larangan untuk memperjualbelikan hasil qurban.

Hukum Menjual Hasil Qurban

Melansir dari NU Online, Imam Nawawi mengatakan bahwa menjual hasil qurban yang meliputi daging, kulit, tanduk, dan rambut, semuanya dilarang. Begitu pula menjadikannya sebagai upah para penjagal.

واتفقت نصوص الشافعي والاصحاب على انه لا يجوز بيع شئ من الهدي والاضحية نذرا  كان أو تطوعا سواء في ذلك اللحم والشحم والجلد والقرن والصوف وغيره ولا يجوز جعل الجلد وغيره اجرة للجزار بل يتصدق به المضحي والمهدي أو يتخذ منه ما ينتفع بعينه كسقاء أو دلو أو خف وغير ذلك

Yang artinya, “Beragam redaksi tekstual madzhab Syafi’i dan para pengikutnya mengatakan, tidak boleh menjual apapun dari hadiah (al-hadyu) haji maupun kurban baik berupa nadzar atau yang sunah. (Pelarangan itu) baik berupa daging, lemak, tanduk, rambut dan sebagainya.

Dan juga dilarang menjadikan kulit dan sebagainya itu untuk upah bagi tukang jagal. Akan tetapi (yang boleh) adalah shohibul qurban dan orang yang berhadiah menyedekahkannya atau juga boleh mengambilnya dengan dimanfaatkan barangnya seperti dibuat untuk kantung air atau timba, muzah (sejenis sepatu) dan sebagainya.”

Artinya, apabila terpaksa tidak ada yang mengambil bagian dari hasil qurban tersebut, Anda bisa memanfaatkannya untuk hal lain. Misalnya kulit hewan qurban yang bisa menjadi bedug, dan lain sebagainya. Kelonggaran ini berlaku untuk qurban sunnah, alias bukan qurban wajib (misalnya karena nazar).

Menjual Hasil Qurban Membuat Ibadah Qurban Tidak Sah

Larangan menjual kulit qurban maupun bagian dari sembelihan qurban lainnya ini tentunya bukan tanpa alasan. Sebab, memperjualbelikan hasil qurban sama saja dengan menggugurkan ibadah qurban tersebut. Artinya, qurban tidak diterima atau tidak sah.

Melansir dari muslim.or.id, Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkannya untuk membagikan semua kulit dan bagian tubuh hasil qurban, dan tidak memperbolehkannya memberikan apapun pada penjagal.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan aku untuk mengurusi penyembelihan unta qurbannya. Beliau juga memerintahkan saya untuk membagikan semua kulit tubuh serta kulit punggungnya. Dan saya tidak diperbolehkan memberikan bagian apapun darinya kepada tukang jagal.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan Nabi Muhammad SAW juga telah memberikan larangan keras terkait hal ini:

من باع جلد أضحيته فلا أضحية له) أي لا يحصل له الثواب الموعود للمضحي على أضحيته

Yang artinya : “Barang siapa yang menjual kulit qurbannya, maka tidak ada qurban bagi dirinya. Artinya dia tidak mendapat pahala untuk orang yang berkurban atas pengorbanannya.” (HR. Al Hakim)

Kesimpulan

Jelas sekali bahwa menjual kulit qurban atau bagian lainnya dari hasil sembelihan qurban adalah haram hukumnya. Bahkan, Nabi Muhammad SAW telah memberikan larangan keras dan menyebut bahwa ibadah qurban tidak ada nilainya apabila tetap memperjualbelikan kulit qurban dan hasil sembelihan qurban lainnya.

Artinya, Anda tidak akan mendapatkan pahala qurban apabila tetap melakukannya. Bahkan, hasil sembelihan qurban Anda tak ada ubahnya dengan sembelihan biasa, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

Untuk mengatasi hal ini, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan. Misalnya dengan memotong-motong kulit qurban dan membagikannya bersamaan dengan daging qurban. Atau mungkin Anda juga bisa menggunakan layanan qurban online untuk memudahkan proses pembagian daging qurban kepada golongan penerima qurban yang membutuhkan.

Salah satunya adalah Qurban Online yang dapat membantu Anda untuk mengolah hasil qurban dalam bentuk olahan (kornet) dan mendistribusikannya secara merata ke seluruh Indonesia. Sehingga, ini akan meminimalisir risiko jual beli hasil qurban selayaknya qurban langsung atau konvensional pada umumnya.

Apabila Anda tertarik untuk menggunakan jasa Qurban Online, silakan mengunjungi laman https://qurban-online.com/ untuk mengetahui tata cara berqurban secara online. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui berbagai macam manfaat dan kelebihan qurban online yang kami tawarkan untuk mempermudah ibadah qurban Anda.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami