fbpx
hukum menghajikan orang tua

Menghajikan Orang Tua atau Berangkat Haji Sendiri, Mana yang Lebih Utama?

Menghajikan orang tua tentunya menjadi salah satu bentuk rasa bakti seorang anak. Namun, apabila seorang anak ingin memberangkatkan haji kedua orang tuanya terlebih dahulu tetapi ia sendiri belum berhaji, bagaimana hukumnya?

Pada dasarnya, haji menjadi salah satu rukun Islam yang tentunya ingin dipenuhi oleh setiap umat muslim. Bahkan, berhaji menjadi salah satu amalan di bulan Dzulhijjah yang memiliki banyak sekali keutamaan. Sayangnya, tidak semua umat muslim memiliki kelimpahan rezeki untuk melakukan ibadah haji di Tanah Suci.

Terkadang, seorang anak memiliki kemampuan harta yang lebih ketimbang orang tuanya. Sehingga, wajar apabila anak tersebut ingin memberangkatkan haji kedua orang tuanya sebagai salah satu bentuk penghormatan dan birrul walidain (bakti kepada orang tua).

Lantas, bolehkah anak tersebut memberangkatkan haji ketika ia sendiri belum pernah berhaji sebelumnya?

Hukum Menghajikan Orang Tua Tapi Diri Sendiri Belum Pernah Berhaji

Sebagaimana pemaparan di atas, pada dasarnya ibadah haji adalah rukun Islam yang wajib bagi umat muslim yang mampu dan telah memenuhi syarat haji.

Nah, tindakan seorang anak yang memberangkatkan haji kedua orang tuanya terlebih dahulu termasuk memberikan kesempatan pada orang lain dalam hal ibadah. Padahal, haji sendiri merupakan ibadah wajib dan termasuk dalam rukun Islam.

Melansir dari NU Online,  persoalan ini sebenarnya dapat kita jawab melalui kaidah fikih dalam kitab Al-Asybah wan Nazhair. Di mana mendahulukan pihak lain dalam hal ibadah adalah makruh hukumnya.

اَلْإِيثَارُ فِي الْقُرْبِ مَكْرُوهٌ

Yang artinya : “Mendahulukan pihak lain dalam persoalan ibadah adalah makruh.”

Dengan kata lain, sebaiknya hindari menghajikan orang tua terlebih dahulu apabila diri sendiri belum pernah berhaji. Sebab mendahulukan orang lain dalam hal ibadah adalah makruh, yang sebaiknya Anda hindari. Hal ini berbeda apabila Anda mendahulukan orang lain dalam hal non-ibadah, yang justru sangat dianjurkan.

وَفِي غَيْرِهَا مَحْبُوبٌ قَالَ تَعَالَى وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

Artinya : “Dan mendahulukan orang lain dalam persoalan selain ibadah itu sangat baik. Allah SWT berfirman, ‘Dan mereka mengutamakan (kaum Muhajirin) atas dirinya sendiri, padahal mereka juga memerlukan,’ (Surat Al-Hasyr ayat 9)”

Kesimpulan

Dari penjelasan dan dalil di atas, tentu dapat kita ketahui apabila hukum menghajikan orang tua terlebih dahulu sebelum diri sendiri berhaji adalah makruh. Sebab tindakan ini termasuk mendahulukan orang lain dalam ibadah kepada Allah SWT. Karena pada dasarnya, tujuan beribadah adalah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Terkadang, dalam beberapa kasus, seorang anak memang ingin mendahulukan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji karena alasan usia dan lain sebagainya. Hal ini memang bisa kita maklumi dan boleh saja dilakukan. Namun tetap saja hukumnya adalah makruh apabila diri sendiri belum pernah berhaji sebelumnya.

Yang paling baik adalah berhaji sendiri baru kemudian menghajikan kedua orang tua. Atau jika memiliki kelapangan rezeki, Anda bisa berangkat haji bersama orang tua agar sama-sama mendapatkan pahala.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami