fbpx
hukum berqurban lebih dari satu ekor

Apa Hukumnya Berqurban Lebih Dari Satu Ekor Hewan?

Ibadah qurban yang dilaksanakan setiap tahun, tepatnya setiap 10 Dzulhijjah, hukumnya sunnah muakaddah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Khususnya bagi orang yang mampu sebagai shohibul qurban, mereka dianjurkan menyembelih hewan qurban, baik itu kambing, domba, sapi, atau kerbau. Namun, terdapat pertanyaan yang ternyata belum semua muslimin tahu dengan pasti, yaitu apakah pequrban boleh berqurban lebih dari satu ekor?

Allah SWT sangat mencintai umat-Nya yang mampu berqurban. Sebagaimana yang At-Tirmidzi riwayatkan dalam hadits berikut:

Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang di hari Kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”. (HR. At-Tirmidzi)

Dan juga berqurban menjadi bentuk ibadah sebaik-baiknya di mata Allah seperti sholat dan berqurban memiliki banyak manfaat. Seperti firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Kautsar ayat 2 berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya:

Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurban lah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Kendati demikian, hadits tersebut tidak menjelaskan secara spesifik apakah shohibul qurban boleh berqurban lebih dari satu ekor atau tidak. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum atau ketentuan jumlah hewan qurban yang boleh seseorang qurbankan?

Bolehkah Berqurban Lebih Dari Satu Ekor?

Melansir dari laman Zakat.or.id, seorang shohibul qurban sah-sah saja untuk mengurbankan hewan lebih dari satu ekor. Selain itu juga tidak ada batasan jumlah maksimal hewan yang boleh seseorang qurbankan.

Hal ini sejalan dengan kisah Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Sayidah Aisyah dan Abu Hurairah dalam haditsnya berikut.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ اشْتَرَى كَبْشَيْنِ عَظِيمَيْنِ سَمِينَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مَوْجُوءَيْنِ فَذَبَحَ أَحَدَهُمَا عَنْ أُمَّتِهِ لِمَنْ شَهِدَ لِلَّهِ بِالتَّوْحِيدِ وَشَهِدَ لَهُ بِالْبَلَاغِ وَذَبَحَ الْآخَرَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَعَنْ آلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya:

Rasulullah SAW apabila hendak menyembelih kurban, beliau membeli dua ekor kambing kibasi yang besar dan gemuk, bertanduk, berwarna putih dan terputus pelirnya. Beliau menyembelih seekor untuk umatnya yang bertauhid dan membenarkan risalah, kemudian menyembelih seekor lagi untuk diri beliau dan untuk keluarganya.

Menurut hadits tersebut, Rasulullah SAW pernah berqurban dua ekor kambing. Di mana satu ekor untuk dirinya beserta keluarga dan satu ekor lainnya untuk umatnya. Subhanallah.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa terdapat dua jenis pahala yang shohibul qurban dapatkan setelah menyembelih lebih dari satu ekor. Yaitu pahala qurban untuk satu hewan dan pahala sedekah untuk sisa hewan qurban lainnya.

Nilai pahala tersebut akan berbeda ketika Anda berniat mengurbankan dua atau lebih hewan qurban, yang mana salah satunya atas nama keluarga Anda. Dengan begitu, nilai pahala dua atau lebih hewan qurban tersebut menjadi pahala qurban. Wallahu a’lam.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa berqurban dengan satu hewan atas nama diri Anda atau keluarga sudah termasuk cukup. Namun, tidak masalah juga apabila Anda berqurban lebih dari satu ekor.

Yang terpenting adalah keutamaan qurban sejatinya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berbagi kepada sesama umat manusia. Baik itu melaksanakan qurban secara langsung atau konvensional maupun qurban online.

Dibalik ketentuan jumlah hewan qurban yang boleh diqurbankan, terdapat satu hal yang pasti. Yakni ketentuan pembagian daging qurban di mana harus mengutamakan 3 golongan penerima qurban. Ketiga golongan tersebut adalah kaum fakir miskin, shohibul qurban itu sendiri, dan kerabat atau tetangganya.

Aturan pembagian tersebut berlaku bagi seseorang yang berqurban sunnah saat Idul Adha, bukan qurban wajib atau nazar. Karena pequrban wajib tidak diperbolehkan untuk mengambil bagian hasil qurban untuk dikonsumsi sendiri. Semua bagian hasil qurban harus disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Selain itu, penting untuk shohibul qurban pahami bahwa haram hukumnya apabila ia jumawa atau sombong setelah berqurban lebih dari satu ekor karena ekonominya yang mampu. Sebab, berqurban di lakukan semata-mata karena Allah SWT untuk mendapatkan ridho dan karunia-Nya.

Jika Anda tahun ini berencana melaksanakan qurban, Anda bisa menggunakan layanan Qurban Online yang bekerja sama dengan LazisQu untuk memperoleh banyak keuntungan atau kelebihan berqurban online yang amanah dan aman. Anda tak perlu khawatir karena menurut fatwa MUI, qurban online hukumnya sah di mata agama dan negara.

Tata cara qurban online kami sangatlah mudah, jelas, dan transparan. Mulai dari pemilihan hewan qurban, monitoring pesanan, hingga pendistribusian hasil qurban ke pihak penerima yang tepat sasaran. Selain itu, kami juga menyediakan variasi paket qurban yang menarik dengan harga pasar yang wajar. Mari berqurban dengan layanan yang terpercaya, amanah, dan aman.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami