fbpx
Bagaimana Hukum Berqurban Dengan Hutang atau Cicilan?

Bagaimana Hukum Berqurban Dengan Hutang atau Cicilan?

Anjuran berqurban telah tertulis dalam Al-Quran dam hadits bahwa hukum berqurban adalah sunnah bagi umat Islam yang mampu. Dengan begitu, shohibul qurban dapat mengikuti segala tata cara berqurban dengan baik. Meskipun sudah jelas fiqihnya bahwa Islam tidak memaksa seluruh umatnya untuk berqurban, sejumlah orang memilih berqurban dengan hutang atau cicilan.

Serupa dengan orang-orang berqurban dengan patungan, golongan orang seperti itu cukuplah unik. Sebab, ia bersungguh-sungguh untuk berniat berbagi kebahagiaan dengan membagikan daging qurban kepada penerima qurban, baik itu sesama Muslim ataupun berbagi kepada umat non-muslim. Walaupun ia memiliki kondisi ekonomi yang belum stabil sehingga memilih berhutang sejenak.

Sebagaimana manfaat berqurban sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Hajj ayat 36 berikut:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Namun, terkait fenomena ini, bagaimana hukumnya menurut syariat Islam? Apakah niat berqurbannya tetap sah? Apakah ada kemungkinan qurban menjadi tidak diterima oleh Allah SWT?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa pendapat yang bisa dijadikan acuan. Anda bisa simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Hukum Berqurban Dengan Hutang atau Cicilan?

Melansir dari laman zakat.or.id, para ulama memutuskan bahwa berqurban dengan berhutang hukumnya sah atau boleh dilakukan. Menurutnya, tidak ada sumber hadits spesifik yang menjelaskan larangan qurban dengan berhutang. Namun ada satu kisah yang menyebutkan seorang Imam bernama Abu Hatim membeli seekor unta dengan cara berhutang lalu mendengar firman Allah berikut:

لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ

Artinya:

Kalian akan mendapatkan kebaikan dari sembelihanmu itu.” (Tafsir Ibn Katsir, 5/426).

Maraknya berqurban dengan hutang mulai terjadi seiring dengan kemajuan teknologi yang membuat shohibul qurban bisa berqurban secara online, alih-alih qurban langsung di tempat. Dengan qurban online, secara tak langsung seseorang akan di fasilitasi untuk berqurban dengan hutang.

Diketahui bahwa hukum qurban online adalah sah secara syariat Islam sehingga memunculkan berbagai kelebihan yang akan shohibul qurban dapatkan.

Hal yang terpenting dari qurban dengan berhutang adalah orang tersebut dapat memenuhi tanggung jawab untuk melunasi hutangnya dan mengikuti syariat berqurban. Mulai dari:

Selain itu, shohibul qurban memiliki pendapatan dan tidak ada niatan untuk menjual kulit hingga daging hewan qurban yang ia dapatkan dengan tujuan melunasi hutang. Pernyataan ini sesuai dengan yang Syaikh Wahbah Al-Zuhaili ungkapkan dalam laman NU Care berikut ini.

Orang dinilai mampu oleh ulama Hanabilah adalah orang yang bisa mendapatkan hewan qurban meski dengan cara berhutang, dengan catatan dia mampu membayar hutang tersebut.

Kesimpulan

Dengan demikian, berqurban dengan hutang atau cicilan diperbolehkan bagi orang yang berqurban wajib maupun qurban sunnah. Namun jika bisa orang tersebut janganlah egois untuk berqurban lebih dari satu ekor.

Selain itu, perkara ini tidak masuk ke dalam masalah orang yang tidak memiliki kelapangan rezeki. Hanya saja ketika shohibul qurban telah terkena perintah berqurban, ia tidak memiliki cukup harta pada untuk membeli hewan qurban.

Yang perlu Anda ingat adalah bahwa Allah SWT tidak memberatkan umat-Nya untuk berqurban dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu. Sesuaikan dengan kemampuan dan keniatan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami