fbpx
berqurban atas nama orang lain

Bolehkah Berqurban Atas Nama Orang Lain Menurut Islam?

Berqurban merupakan ibadah yang memberikan banyak manfaat bagi orang yang menjalankannya (shohibul qurban). Hukum qurban sendiri adalah sunnah muakkad, yang artinya sangat dianjurkan, terlebih bagi umat muslim yang mampu. Namun, bagaimana hukumnya jika shohibul qurban berqurban atas nama orang lain?

Perintah berqurban sendiri telah tertuang dalam Al-Quran surat Al-Kausar ayat  2, yang memiliki arti: “Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.” QS. Al-Kautsar: 2).

Dalam berqurban, ada beberapa ketentuan yang wajib pengqurban lakukan. Salah satu rukun sah berqurban adalah dengan membaca niat. Lantas, bagaimana apabila pengqurban meniatkan ibadah qurbannya atas nama orang lain?

Sejatinya, hal ini sering kita temui dalam ibadah qurban. Baik qurban online ataupun secara langsung. Yakni ketika ada shohibul qurban yang mengatasnamakan orang lain saat berqurban.

Bukan hanya sekadar memberikan pahala qurban pada orang, melainkan benar-benar meniatkan ibadah tersebut untuk orang lain. Baik itu anggota keluarganya atau bukan.

Terkait permasalahan ini, sebenarnya Islam telah mengatur hukum dan ketentuannya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini.

Hukum Berqurban Atas Nama Orang Lain

Melansir dari zakat.or.id, ada dua jenis orang yang meniatkan ibadah qurbannya untuk orang lain. Yakni pengqurban yang mengatasnamakan keluarganya, serta pengurban yang mengatasnamakan orang lain (bukan anggota keluarga).

Terkait hal ini, Nabi Muhammad SAW dikisahkan selalu berqurban setiap tahunnya dan meniatkan ibadah tersebut untuk dirinya, keluarganya, serta umatnya. Sebagaimana tercantum dalam Hadis Riwayat Anas Bin Malik yang berbunyi:

ضحَّى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بكبشَيْنِ أقرنيْنِ أملحيْنِ أحدِهما عنهُ وعن أهلِ بيتِه والآخرِ عنهُ وعمَّن لم يُضَحِّ من أمَّتِه

Yang artinya: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berqurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk, salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya dan yang lain untuk orang-orang yang tidak berqurban dari umatnya”

Bukan hanya Nabi Muhammad SAW, amalan qurban untuk orang lain ini juga dilakukan oleh sahabat Nabi. Yang mana meniatkan ibadah qurban untuk diri sendiri dan keluarga. Mereka akan memakan sebagian daging qurban, kemudian membagikan selebihnya kepada orang lain yang lebih membutuhkan (golongan penerima qurban).

Berqurban Atas Nama Keluarga

Sebagaimana Hadis di atas, jelas bahwa niat berqurban atas nama keluarga adalah hal yang sah atau boleh. Sebab, Al-Quran sendiri tidak menjelaskan tentang larangan berqurban untuk orang lain, terlebih untuk anggota keluarga.

Apabila Anda ingin berqurban untuk keluarga, maka Anda bisa melakukannya tanpa harus meminta izin terlebih dahulu. Hal ini serupa dengan apa yang Nabi Muhammad SAW lakukan ketika akan berqurban atas nama istri-istrinya tanpa harus minta izin.

Sebagaimana tercantum dalam Hadis Riwayat Imam Bukhari, yang mengisahkan Sayidah Aisyah dan Rasulullah SAW:

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا وَحَاضَتْ بِسَرِفَ ، قَبْلَ أَنْ تَدْخُلَ مَكَّةَ وَهْىَ تَبْكِى فَقَالَ : مَا لَكِ أَنَفِسْتِ . قَالَتْ نَعَمْ قَالَ : إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ ، فَاقْضِى مَا يَقْضِى الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ . فَلَمَّا كُنَّا بِمِنًى أُتِيتُ بِلَحْمِ بَقَرٍ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ أَزْوَاجِهِ بِالْبَقَرِ

Yang artinya: “Nabi Muhammad SAW pernah  menemui Sayidah Aisyah di Sarif sebelum masuk Mekkah dan ketika itu Sayidah Aisyah sedang menangis. Kemudian Nabi SAW. bertanya, ‘Kenapa? Apakah engkau sedang haid?.’ Sayidah Aisyah menjawab; ‘Iya’.

Beliau (Nabi Muhammad SAW) pun bersabda, ‘Ini adalah ketetapan Allah bagi para wanita. Tunaikanlah manasik sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji namun jangan thawaf di Ka’bah.’

Tatkala kami di Mina, saya (Aisyah) didatangkan daging sapi. Saya pun berkata, ‘Apa ini?.’ Mereka (para sahabat) menjawab, ‘Rasulullah SAW. melakukan udhiyah (berqurban) atas nama istri-istrinya dengan sapi.”

Berkurban Atas Nama Orang Lain yang Bukan Keluarga

Apabila berqurban atas nama keluarga tidak harus meminta izin terlebih dahulu, maka beda halnya apabila Anda berqurban atas nama orang lain yang bukan keluarga. Artinya, Anda harus mendapatkan izin dari mereka terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah qurban.

Apabila mereka mengizinkan, maka Anda bisa berqurban atas nama mereka. Namun apabila mereka tidak memberikan izin, maka Anda tidak boleh berqurban atas nama mereka. Jika tetap berqurban meskipun tanpa persetujuan, maka artinya ibadah qurban Anda tidaklah sah.

Hal ini sesuai dengan tulisan Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu, yang berbunyi:

قال الشافعية: لا يضحي عن الغير بغير اذنه

yang memiliki arti: “Ulama Syafiiyah berkata; ‘Tidak boleh berqurban untuk orang lain tanpa seizin dari orang tersebut.”

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, tentu dapat kita simpulkan bahwa niat berqurban atas nama orang lain adalah sah atau boleh. Anda tidak perlu meminta izin lebih dulu apabila ingin berqurban untuk keluarga. Sebaliknya, Anda perlu mendapatkan persetujuan orang lain (selain keluarga) apabila ingin berqurban dengan mengatasnamakan mereka.

Selain niat qurban, ada beberapa tata cara berqurban yang juga perlu Anda perhatikan agar ibadah Anda diterima. Mulai proses memilih dan membeli hewan qurban yang harus memenuhi syarat, cara penyembelihan hewan qurban sesuai dengan syariat Islam, hingga proses pengolahan dan pembagian daging qurban pada orang yang membutuhkan.

Guna memudahkan proses tersebut, kini Anda bisa menggunakan layanan qurban secara online. Salah satunya adalah Qurban Online. Ada berbagai macam  kelebihan qurban online yang bisa Anda dapatkan. Selain membantu agar ibadah qurban Anda lebih mudah dan cepat, qurban online juga memberikan keunggulan lainnya.

Misalnya garansi ketersediaan hewan qurban sesuai syariat Islam, menyediakan dokter hewan khusus untuk memantau kondisi kesehatan hewan qurban Anda, memberikan garansi penggantian hewan qurban yang mati atau sakit sebelum penyembelihan, hingga pendistribusian daging qurban dalam bentuk olahan secara merata ke seluruh daerah.

Apabila Anda tertarik untuk berqurban secara online, silakan kunjungi website Qurban Online. Ada berbagai paket qurban yang bisa Anda pilih sesuai dengan budget, serta metode pembayaran yang lebih variatif dan praktis.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami