fbpx
6 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Dicintai Allah SWT

6 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Dicintai Allah SWT

Bulan Ramadhan dan Dzulhijjah adalah dua dari banyaknya bulan dalam setahun yang Allah SWT rahmati dan umat muslim muliakan. Bila bulan Ramadhan adalah bulan di mana waktunya umat muslim menjalankan ibadah puasa, maka berbeda dengan bulan Dzulhijjah yang menandakan waktunya ibadah qurban dan puncak haji. Namun, selain kedua ibadah tersebut, masih ada beberapa amalan bulan Dzulhijjah lainnya yang sangat baik untuk Anda laksanakan.

Perkara ini juga merujuk pada sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya yang berkata:

Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut, orang-orang yang tidak disyaratkan haji pada tahun itu dianjurkan untuk melaksanakan amalan bulan Dzulhijjah lainnya. Utamanya pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, karena pada bulan tersebut, seluruh pahala amal baik Anda tidak akan berkurang sedikit pun. Subhanallah.

Sebagaimana yang juga Rasulullah SAW sabdakan kepada umatnya:

Tidaklah ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih Allah cintai dari hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, selama bulan Dzulhijjah, ada baiknya Anda melaksanakan amalan-amalan berikut ini untuk mendapatkan keutamaan yang begitu istimewa.

1. Puasa

Bagi umat muslim yang mampu (tidak sakit, haid, atau tidak dalam perjalanan jauh) dianjurkan untuk melaksanakan puasa Dzulhijjah serta puasa khusus Tarwiyah dan Arafah. Adapun keutamaan puasa Arafah setiap 9 Dzulhijjah sebagaimana yang diriwayatkan Nabi SAW dalam hadits adalah sebagai berikut.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya:

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Lalu, menurut Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qadir Al-Makki, Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa:

فَإِنَّهَا أَيَّامُ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرُ وَ ذِكْرِ اللهِ.

Artinya:

Sungguh berpuasa satu hari dari hari-hari itu menyamai pahala puasa selama satu tahun.

Lalu, untuk keutamaan puasa Tarwiyah terdapat pada hadits riwayat berikut.

Barangsiapa yang tidak melakukan ibadah haji, maka disunnahkan baginya untuk berpuasa pada hari Tarwiyah yaitu hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Di mana ia akan memperoleh kebaikan dari Allah SWT berupa pengampunan dosa satu tahun yang lalu.” (HR. Bukhori)

Dengan kata lain, jika Anda berpuasa di satu hari dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, baik itu Tarwiyah atau Arafah, maka Allah SWT melimpahkan pahala setara pahala puasa selama satu tahun. Namun, bila mampu, Anda juga bisa berpuasa dari 1 sampai 7 Dzulhijjah yang juga memiliki keutamaan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

2. Membaca Dzikir dan Takbir

Selain puasa, Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwasanya di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, umat muslim senantiasa perbanyak membaca tahlil, takbir, dan dzikir kepada Allah SWT.

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَفْضَلُ عِنْد اللهِ، وَلَا الْعَمَل فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ تَعَالَى، مِنْ هَذِهِ الْأَيَّام، أَيَّامُ الْعَشْر، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَذِكْرِ اللهِ.

Artinya:

Tidak ada hari yang lebih utama di sisi Allah, begitupun tidak ada amalan pada hari itu yang lebih disenangi oleh Allah, daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari awal Dzulhijah, maka perbanyaklah membaca tahlil, takbir dan mengingat Allah.

Bedanya dengan membaca tahlil, takbir, dan dzikir di waktu-waktu lain, ketika ketiganya dilakukan sebagai amalan bulan Dzulhijjah, maka akan mendatangkan pahala yang berkali-kali lipat. Utamanya, lafal takbir baiknya dikumandangkan sejak 1 Dzulhijjah dan berakhir hingga waktu ashar tanggal 13 Dzulhijjah.

Selain itu, Syekh Abdul Hamid juga mengatakan bahwa barangsiapa yang membaca dzikir sebanyak 10 kali setiap hari setelah shalat fardhu selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, maka Allah SWT akan ampuni semua dosa yang telah lalu dan yang akan datang.

3. Membaca Al-Quran

Apakah cukup dengan membaca takbir, tahlil, dan dzikir? Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

القرآن أفضل الذكر

Artinya:

Al Qur’an adalah sebaik-baiknya dzikir.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Shahih)

Oleh karena itulah umat Islam juga disarankan untuk memperbanyak bacaan Al-Quran selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Maka rahmat Allah SWT akan senantiasa mengiringi langkah umatnya yang bersungguh-sungguh.

4. Melaksanakan Shalat Idul Adha

Amalan bulan Dzulhijjah selanjutnya adalah pelaksanaan shalat Idul Adha. Dengan shalat Idul Adha, Anda akan lebih mampu memperkuat semangat ibadah di luar perayaan besar tersebut. Seperti yang Allah SWT firmankan dalam Al-Quran surah Al-Kautsar ayat 2 berikut:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ

Artinya:

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.

5. Ibadah Haji

Bulan Dzulhijjah juga dikenal dengan nama lebaran haji. Bukan tanpa alasan, sebab Allah SWT telah berfirman bahwa bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang memiliki keutamaan untuk berhaji, selain bulan Syawal dan Dzulqa’dah. Sebagaimana yang tersampaikan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 197 berikut ini.

الحج أشهر معلومات

Artinya:

“Haji itu pada bulan-bulan yang tertentu.” (QS. Al Baqarah: 197)

6. Qurban

Seperti yang telah kami sebutkan di awal, ibadah qurban menjadi amalan bulan Dzulhijjah yang terbaik karena qurban memiliki manfaat terbaik di sisi-Nya. Sebab, ibadah qurban adalah bentuk ibadah yang Allah SWT cintai. Sebagaimana manfaat berqurban telah disampaikan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Tirmidzi berikut.

Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang di hari Kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”. (HR. At-Tirmidzi)

Utamanya, ibadah qurban hukumnya sunnah muakkad. Namun, bila Anda termasuk golongan orang mampu, wajib hukumnya untuk melaksanakan qurban dan bertindak sebagai shohibul qurban.

Utamanya, baik Anda berqurban dengan sapi atau kambing, sesuaikan dengan kemampuan finansial. Dan juga harus mampu mengamalkan syariat berqurban dan menjauhi segala larangan berqurban.

Untuk memudahkan ibadah qurban, Anda bisa memilih dan membeli hewan qurban dengan nyaman menggunakan layanan qurban secara online dari Qurban Online. Sebab, di Qurban Online, tata cara berqurbannya seperti prosedur penyembelihan hewan telah sesuai syariat Islam dan memiliki perwakilan qurban yang berpengalaman.

Dan juga kami menawarkan kelebihan qurban online yang beda daripada qurban konvensional. Yaitu garansi kesehatan hewan dan pembagian hasil qurban secara merata dan tepat sasaran. Langsung saja kunjungi situs resmi kami untuk mengetahui paket qurban beserta fasilitasnya.

Leave A Comment

Cart

Tidak ada produk di keranjang.

Create your account

Chat dengan team kami